Rabu, 26 Juli 2017

DULU DI BARCELONA IRIT, DI CITY GUARDIOLA SIBUK MEMBUANG UANG!


 

AC Milan boleh jadi mencuri perhatian di bursa transfer musim panas ini lewat pembelian jor-joran yang mereka lakukan. Namun berbicara soal klub dengan pembelian terboros di musim panas ini, Manchester City adalah jawabannya.


Dengan hanya menghitung biaya transfer murni alias tanpa bonus dan uang tambahan lain-lain, City sejauh ini sudah menggelontorkan £204,5 juta. Sementara Milan “cuma” membelanjakan €183,65 juta (£164,4 juta).

Status City dan Milan sebagai klub terboros mungkin akan segera tergantikan andai Paris Saint-Germain dan Real Madrid bersedia menebus Neymar (€222 juta) dan Kylian Mbappe (€180 juta). Namun sebelum transfer gila itu terjadi, City sebetulnya sudah tergolong gila setelah mengeluarkan lebih dari £200 juta hanya untuk lima pemain baru.

Benjamin Mendy menjadi rekrutan terbaru sekaligus termahal di mana City harus merogoh kocek sebesar £52 juta untuk memboyong bek kiri AS Monaco itu. Masih berusia 23 tahun dan baru mengoleksi empat caps di timnas Prancis, Mendy kini tercatat sebagai bek termahal dalam sejarah.
Yang lebih mencengangkan, rekor bek termahal ini sebelumnya juga dicatatkan oleh City dalam dua kesempatan secara beruntun: John Stones (£47,5 juta) pada musim panas tahun lalu lalu diikuti oleh Kyle Walker (£50 juta), sepuluh hari sebelum kedatangan Mendy pada Senin (24/7) kemarin.



Selain merekrut bek termahal, City juga memiliki kiper termahal sejagat dalam diri Ederson. Sementara dua pemain lain, Bernardo Silva dan Danilo, tidak ditebus dengan harga murah. Harga Silva bahkan bisa melonjak hingga £60 juta jika turut menyertakan bonus. Belanja City ini belum termasuk perekrutan pemain muda seperti Douglas Luiz (£10,2 juta) dan Eric Garcia (£1,45 juta).
Manajer The Citizens Pep Guardiola adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas belanja fantastis tersebut. Sejak diambil alih oleh Abu Dhabi United Group, City memang dikenal sebagai klub yang royal dalam membeli pemain. Seiring kedatangan Guardiola, keroyalan City semakin menjadi-jadi.
Di musim lalu yang menjadi musim debut Guardiola di Etihad, City menjadi klub terboros lewat pengeluaran £167,15 juta. Hasilnya terbilang mengecewakan lantaran mereka hanya finis di peringkat tiga klasemen Liga Primer Inggris dan gagal meraih satu pun trofi. Sejumlah pembeliannya pun banyak yang kesulitan memenuhi ekspektasi. Ilkay Gundogan, misalnya, lebih sering nganggur lantaran cedera, sementara Claudio Bravo malah berstatus kiper flop.

Belajar dari pengalaman musim lalu, Guardiola tentu saja berupaya meningkatkan kekuatan skuatnya demi hasil yang lebih baik di musim 2017/18. Caran yang ditempuh tetap sama, yakni belanja pemain lewat dukungan finansial klub. Pertanyaan besarnya, sejauh mana para rekrutan baru berharga mahal tersebut akan menjawab ambisi City dan Guardiola?


"City adalah tim besar. Klub ini telah berada di Liga Champions lima tahun secara beruntun, satu-satunya tim di Inggris yang melakukannya. Tapi untuk mencapai level Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, Juventus, sangatlah sulit. Anda butuh waktu satu dekade," kata Guardiola.
Mengingat sudah sekitar £372 juta yang dihamburkan City untuk memenuhi keinginan Guardiola, kini tidak ada alasan bagi eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu untuk gagal lagi di musim depan. Tidak perlu menunggu sepuluh tahun lagi.


EmoticonEmoticon