PENULIS BUKU "JOKOWI UNDERCOVER" DITANGKAP TERNYATA DIA ADALAH ANGGOTA FPI

Oleh:   Arena Betting88 Arena Betting88   |   04.36

BANDAR JUDI BOLA - Bareskrim Polri menangkap Bambang Tri Mulyono yang merupakan Anggota FPI , penulis buku "Jokowi Undercover". Penangkapan dilakukan setelah adanya penyelidikan dugaan penyebaran informasi berisi ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo yang dia tulis dalam bukunya.

Setelah diperiksa pasca-penangkapan, Jumat (31/12/2016), Bambang ditahan oleh Bareskrim Polri.
"Tersangka Bambang Tri Mulyono yang merupakan anggota FPI itu  dititipkan penahanannya di Rutan Polda Metro Jaya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/12/2016).

JUDI BOLA SBOBET - Dalam bukunya, Bambang yang merupakan Anggota FPI ini  menyebut Jokowi telah memalsukan data saat mengajukan diri sebagai calon Presiden 2014 lalu. Ia juga menyebut Desa Giriroto, Boyolali, merupakan basis Partai Komunis Indonesia terkuat se-Indonesia, padahal PKI telah dibubarkan sejak 1966.
Bambang menuliskannya seolah-olah hal tersebut nyata tanpa memiliki dokumen pendukung tulisannya itu.

"Tuduhan dan sangkaan yang dimuat pada buku 'Jokowi Undercover' dan media sosial, semua didasarkan atas sangkaan pribadi tersangka," kata Rikwanto.

Tak hanya itu, Bambang juga dianggap menebarkan kebencian terhadap kelompok masyarakat yang bekerja di dunia pers. Ia menyebut bahwa sosok Jokowi dan Jusuf Kalla muncul atas keberhasilan media massa dan melakukan kebohongan terhadap rakyat.

Rikwanto mengatakan, apa yang Bambang tuliskan dalam bukunya murni persepsi dan perkiraan pribadinya, bukan berdasarkan data yang jelas dan keahlian yang sesuai.

"Motif tersangka sebagai penulis hanya didasarkan atas keinginan untuk membuat buku yang menarik perhatian masyarakat," kata Rikwanto.

Bambang dikenakan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi ras dan etnis.

TOGEL - Dalam pasal itu disebutkan, bagi siapa yang sengaja menunjukkan kebencian terhadap ras dan etnis tertentu, akan dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.
Bambang juga dijerat Pasal 28 ayat 2 UU ITE karena menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dalam penyidikan ini, Bareskrim Polri telah memeriksa dua anggota Polda Jawa Tengah sebagai saksi dan Michael Bimo sebagai pelapor.

Sementara itu, saksi hadir yang dihadirkan yakni ahli ITE ahli bahasa, ahli sejarah, ahli pidana, dan sosiolog. Untuk barang bukti yang disita meliputi seperangkat komputer, ponsel, flashdisk, buku "Jokowi Undercover", dokumen Jokowi saat proses Pilpres dari Komisi Pemilihan Umum Pusat, KPUD DKI Jakarta, dan KPUD Surakarta.

Arenabetting88


Tampilkan Komentar